Oleh :
Bambang Gunawan
(Dosen Fakultas PertanianUniversitas Merdeka Surabaya)
RINGKASAN
Sawi termasuk famili Brassicaceae, daunnya panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi mengandung pro vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah sampai dataran tinggi, tapi lebih baik di dataran tinggi. Sawi merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia konsumennya mulai dari masyarakat kelas bawah hingga golongan masyarakat kelas atas dan mempunyai prospek yang sangat cerah, karena hasil panen tanaman sawi selalu laku di pasaran. Tidak hanya di pasar setempat, namun pemasarannya meliputi pasar daerah dan bahkan antar pulau dan juga bisa di ekspor ke luar negeri. Adanya potensi tersebut, maka perlunya dilakukan perbaikan kultur tekniknya, antara lain perbaikan pemupukan dengan pupuk organik cair “supermes” sebagai sumber zat hara bagi tanaman.
Penelitian ini dilaksanakan pada media dalam polibag di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Surabaya dengan ketinggian tempat ± 4-5 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan ini terdiri atas 2 faktor dan diulang 3 kali dengan 2 tanaman sampel. Faktor pertama adalah macam varietas tanaman sawi yang terdiri dari 2 level, yaitu : VI = Pak Choy Green, dan V2 = Pak Choy White. Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik “supermes” yang terdiri dari 4 level, yaitu : K1 = 1 ml/liter air, K2 = 2 ml/liter air, K3 = 3 ml/liter air, dan K4 = 4 ml/liter air. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 8 kombinasi perlakuan, yang kemudian diulang 3 kali, sehingga diperoleh 24 kombinasi perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.), dengan pemberian pupuk organik cair.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang signifikan atas kombinasi perlakuan tersebut terhadap variabel dependen panjang tanaman umur 28 hari ST dan perlakuan V2K4 memberikan nilai lebih baik dibanding kombinasi perlakuan lainnya. Faktor perlakuan macam varietas (V) dan pupuk organik “Supermes” masing-masing menunjukkan pengaruh yang signifikan pada variabel panjang tanaman, jumlah daun, dan berat segar per tanaman pada saat pengamatan. Hasil yang lebih baik dicapai oleh level V2 (pak choy white) dibanding dengan V1 (pak choy green), dan level K4 (4 ml/liter air) memberikan nilai lebih baik dibanding perlakuan lainnya meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K3 (3 ml/liter air) pada semua parameter pengamatan.
Kata Kunci : Sawi, Pupuk organik cair.